Keselamatan Kerja Listrik

KESELAMATAN KERJA LISTRIK

Keselamatan Kerja Listrik adalah Keselamatan kerja yang bertalian dengan alat, bahan, proses, tempat (lingkungan), dan cara-cara melakukan pekerjaan. Tujuan dari keselamatan kerja listrik adalah untuk melindungi tenaga kerja atau orang dalam melaksanakan tugas-tugas atau adanya tegangan listrik di sekitarnya, baik dalam bentuk instalasi maupun jaringan.

Pekerjaan kelistrikan memiliki potensi bahaya dan risiko yang cukup serius, pekerja harus memperhatikan bahaya dan risiko yang ada, yaitu :

  1. Tersetrum.
  2. Terjadi ledakan akibat hubungan arus pendek.
  3. Kerusakan alat kerja akibat terjadinya kontak arus.
  4. Kebakaran.

Pada dasarnya keselamatan kerja listrik merupakan tugas dan kewajiban dari, oleh dan untuk setiap orang yang menyediakan, melayani dan menggunakan daya listrik.

Keselamatan kerja listrik sangat memerlukan perhatian baik itu dari pihak pemberi kerja ataupun dari orang yang bekerja. Sengatan listrik di tempat kerja tergolong ke dalam kategori kecelakaan kerja, sehingga pemberi kerja mesti menanggung seluruh biaya yang ditimbulkan.

Dalam upaya menghindari atau mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang diakibatkan listrik maka setiap pekerja mesti diberi pengetahuan terhadap keselamatan kerja listrik dan langka-langka kerja aman, diantaranya:

  • Buatlah izin kerja jika pekerjaan listrik tersebut mengandung risiko atau dampak kecelakaan yang serius (seperti: kematian atau kerusakan mesin yang parah).
  • Pastikan peralatan kerja untuk pekerjaan kelistrikan dalam kondisi aman, tidak menggunakan kabel sambungan, steker, dan stop kontak harus sesuai dengan standar regulasi kelistrikan (SNI).
  • Gunakan soket dan steker yang layak dan aman, untuk penyambungan daya listrik ke alat listrik, harus menggunakan media sesuai dengan kapasitas daya listrik pada alat yang digunakan.
  • Pekerjaan kelistrikan hanya boleh dilakukan oleh orang yang telah memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang kelistrikan.
  • Lakukan pemeriksaan lokasi kerja untuk melihat kondisi instalasi listrik.
  • Selama melakukan pekerjaan kelistrikan pastikan sumber listrik telah diisolasi dari penggunaan yang tidak berwenang.
  • Lakukan pengetesan pada kabel dengan menggunakan peringatan volt untuk mengetahui kondisi arus listrik.
  • Matikan sumber listrik, dan harus dikunci agar tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak berkepentingan, kemudian diberi label dan terkunci (LOTO) “Sedang berlangsung pekerjaan instalasi listrik-Dilarang Menghidupkan Listrik“.
  • Peralatan kelistrikan yang telah dikunci harus dilengkapi dengan data personel yang bertanggung jawab, tanggal pemasangan, dan alasan kenapa alat tersebut di kunci.
  • Pastikan untuk semua peralatan listrik yang digunakan terpasang pembumian atau isolasi ganda.
  • Sediakan APAR untuk antisipasi jika terjadi kebakaran akibat arus pendek.
  • Hentikan pekerjaan kelistrikan jika terdapat potensi bahaya paparan air, baik karena hujan atau genangan air.
  • Gunakan sarung tangan listrik, sepatu keselamatan listrik dan helm sebagai APD (alat pelindung diri) untuk menghindari kontak listrik langsung dengan anggota badan.

Tanggal 16 april 2015  Menteri Ketenagakerjaan mengeluarkan Permenaker No 12 Tahun 2015 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik. Didalam Peraturantersebut mengatur mengenai standar, kompetensi Sumber Daya Manusia, danpengawasan dalam perencanaan, pemasangan, penggunaan, perubahan danpemeliharaan instalasi listrik.

Comments

  1. blog here says:

    I simply want to tell you that I am just newbie to blogging and honestly loved you’re page. Very likely I’m going to bookmark your blog post . You actually come with wonderful well written articles. Regards for sharing with us your web page.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *